teks eksplanasi dalam novel jokowi
B. Indonesia
fahrurraji7262
Pertanyaan
teks eksplanasi dalam novel jokowi
1 Jawaban
-
1. Jawaban MelisaGani
Joko Widodo dilahirkan di Bantaran Kali Pepe, utara Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Bapaknya, Notomiharjo merupakan pedagang kayu dan bambu. Ibunya Sujiatmi. Ia adalah anak sulung dari 3 adik perempuan, Iit Sriyantini, Hidayati, dan Titik Ritawati. Bantaran Kali Anyar menjadi tempat tinggal ketiga keluarganya. Sebelumnya mereka pernah tinggal di daerah Bantaran Kali Pepe kemudian pindah ke Srambatan sampai ia selesai sekolah TK. Kini ia tinggal di Pasar Gilingan di Bantaran Kali Anyar ini. Menjadi penghuni liar bantaran kali serba tidak enak, harus siap jika sewaktu-waktu digusur paksa. Itulah yang dialami ia dan keluarganya. Sehari-hari, saat ia kecil, ia dihadapkan pada kehidupan yang keras. Setiap pulang sekolah, ia membantu bapaknya bongkar-muat gerobak kayu dan bambu. Begitu juga di hari libur, hanya ada waktu sedikit untuk bermain. Sebagai sulung dari empat bersaudara, dipundaknya ada tanggung jawab yang harus dipikul, membantu dan menggantikan peran bapaknya dalam berbagai hal. Dan, seperti tradisi pada umumnya, anak pertama diharapkan dapat mewarisi dan meneruskan apa yang telah diperjuangkan orangtua: menjadi tukang kayu.
. Sejak berpacaran dengan Iriana, banyak hal yang mereka lewati bersama. Meskipun Jokowi kuliah di jogjakarta dan Iriana di Surakarta mereka tetap saling berkomusikasi hampir setiap akhir pekan. Setelah lulus kuliah Jokowi menerima tawaran bekerja di pabrik kertas di Aceh. Jokowi saling berkomunikasi dengan Iriana lewat surat. Setelah satu setengah tahun hanya saling kirim surat, isi surat terakhir Jokowi akan segera melamar Iriana. Setelah melamar Iriana, dengan rembuk keluarganya dan keluarga Iriana, ditentukan tempat pernikahan, yaitu di Turisari, rumah keluarga Iriana. Mereka pun menikah pada hari Rabu, 24 Desember 1986. Usai pernikahan Jokowi membawa istrinya ke Aceh. Setelah berada selama satu setengah tahun dan Iriana hamil, Jokowi berencana pulang ke Surakarta. Sesampainya di Solo, untuk sementara mereka tinggal di Turisari. Jokowi bekerja di Toko Roda Jati milik pakdhenya. Beberapa bulan kemudian anak pertamanya lahir yang diberi nama Gibran Rakabuming. Kurang lebih setelah setahun bekerja di toko Pakdhenya, Jokowi ingin membuka usaha sendiri. Setelah berkonsultasi dengan bapaknya, akhirnya sertifikat tanah ia agunkan ke bank dengan nilai riga puluh juta rupiah. Dengan modal itu ia menyewa lahan senilai satu setengah juta rupiah di daerah Sekip, Kadipiro. Bangunan untuk memajang hasil dagangannya masih terbuat dari gedek dan hanya memperkerjakan 3 orang karyawan. Lambat laun, seiring bergantinya hari, usaha yang dirintisnya mengalami kemajuan. Pada suatu hari Jokowi mendapat banyak pesanan. Tapi setelah barang itu dikirim ia tidak menemukan alamat pemesannya. Ternyata ia ditipu oleh seorang pemesan. Ia memutuskan berhenti produksi. Tetapi setelah delapan bulan tidak produksi ia memutukan untuk produksi lagi. Banyak pembeli datang dari luar negeri. Bisnisnya pun menggeliat kembali. Setelah beberapa hari ia memutuskan terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai wali kota. Ia memberitahukan niatnya itu kepada istrinya. Walaupun awalnya istrinya tidak menyetujuinya akhirnya dengan banyak diskusi istrinya pun menyetujui niatnya tersebut. Ia juga memberi tahukan niatnya tersebut kepada ibunya. Ibunya menyetujuinya dengan syarat jika ia ia terpilih dia tidak boleh mengecawakan rakyatnya.